Wawancara kerja yang inklusif untuk pelamar dan pewawancara
Diperbarui 27 Oktober 2026
UNTUK PELAMAR:
- Pelajari perusahaan dan lowongan; siapkan 3 contoh pengalaman dengan pola Situasi, Tugas, Tindakan, Hasil.
- Minta kebutuhan akomodasi wawancara (juru bahasa isyarat, teks, pertanyaan tertulis, akses ruangan, waktu tambahan) beberapa hari sebelumnya. Itu hak yang wajar.
- Pertanyaan umum: perkenalan diri, motivasi, kekuatan dan area belajar, contoh menyelesaikan masalah, ekspektasi gaji, pertanyaan balik untuk perusahaan.
- Anda tidak wajib menjelaskan detail medis. Cukup sampaikan apa yang membantu Anda bekerja baik.
UNTUK HRD / PEWAWANCARA:
- Tanyakan akomodasi yang dibutuhkan, jangan asumsikan.
- Nilai kemampuan dan hasil kerja, bukan penampilan, cara bicara, atau cara berjalan. Gunakan tugas kerja nyata (uji praktik) bila tepat.
- Beri pertanyaan lebih dulu bagi yang membutuhkan; sediakan format alternatif (tulis, video, chat).
- Jangan menanyakan diagnosis rinci. Fokus: "Apa yang membantu Anda bekerja optimal?"
- Gunakan bahasa hormat: "penyandang disabilitas" atau "orang dengan disabilitas"; hindari kata "cacat", "difabel yang malang", atau "penderita".
Panduan ini bersifat umum dan tidak menggantikan nasihat profesional.